Mahasiswa UMRI Kenalkan Pakaian Adat Riau di Panti Asuhan Fastabiqul Khoirot: “Gaya Lokal, Cinta Budaya

PEKANBARU, Haluanberantas.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Program Studi Ekonomi Pembangunan melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Melestarikan Kearifan Budaya Lokal – Gaya Lokal, Cinta Budaya: Yuk Kenal Pakaian Adat Riau” di Panti Asuhan Fastabiqul Khoirot. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang dibimbing oleh dosen Ilham Hudi, S.Pd., M.Pd.

Acara ini diinisiasi oleh enam mahasiswa:

1. Fasyicuhul Lisan (220302027)
2. Neo Vany Trijaya Siagian (220302023)
3. Irwayanda Auliawika Tiari (220302038)
4. Riski Sugiyadi (220302018)
5. Muhammad Ismanda (220302012)
6. Rido Ferdiansyah (220302021)

Kegiatan bertujuan menumbuhkan rasa cinta budaya dan memperkenalkan kekayaan kearifan lokal, khususnya melalui pakaian adat Riau, kepada anak-anak panti. Sosialisasi dikemas secara edukatif dan menyenangkan, mulai dari pemaparan sejarah dan makna pakaian adat, pemutaran video, hingga demonstrasi langsung penggunaan pakaian adat khas Riau.

Fasyicuhul Lisan, selaku ketua kelompok sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut, menyampaikan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi.

“Melalui tema Gaya Lokal, Cinta Budaya, kami ingin mengajak generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri. Pakaian adat Riau bukan hanya busana, tetapi simbol dari nilai-nilai kesopanan, keanggunan, dan jati diri masyarakat Melayu. Ini adalah warisan yang tidak boleh kita lupakan,” jelas Fasyicuhul Lisan.

Anak-anak panti tampak antusias mengikuti sesi interaktif, terutama saat diperkenalkan dengan nama dan jenis pakaian adat seperti Baju Kurung, Teluk Belanga, serta aksesoris yang melengkapinya. Mereka juga diberi kesempatan mencoba pakaian adat sebagai bentuk pengalaman langsung.

Ilham Hudi, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai bahwa pendekatan mahasiswa melalui budaya lokal merupakan bentuk nyata penerapan nilai-nilai kewarganegaraan yang kontekstual dan bermakna.

“Melestarikan budaya adalah bagian dari memperkuat identitas bangsa. Saya bangga mahasiswa mampu menyampaikan nilai-nilai ini dengan cara yang menyenangkan dan membumi,” ujar beliau.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama seluruh peserta serta anak-anak panti. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam melestarikan budaya daerah dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

(UMRI Prodi Ekonomi Pembangunan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *