Pengembangan Kemampuan Literasi Pelajar SMA oleh Mahasiswa UMRI sebagai Strategi Pencegahan Radikalisme

PEKANBARU | Haluanberantas.com – Mahasiswa Fakultas MIPA dan Kesehatan Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema Pengembangan Kemampuan Literasi sebagai Strategi Pencegahan Radikalisme di SMAN 5 Pekanbaru, Jalan Bawal, pada Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Bahasa Indonesia dan diikuti oleh delapan mahasiswa Farmasi.

Kegiatan berlangsung di dalam kelas dengan suasana edukatif dan interaktif. Para mahasiswa UMRI menyampaikan materi mengenai pentingnya literasi dalam membentuk pola pikir kritis, kemampuan memilah informasi, serta mencegah pelajar terpapar konten radikal yang banyak beredar di media sosial maupun lingkungan sekitar.

Materi yang disampaikan mencakup:
• pengertian literasi dan dampaknya terhadap cara berpikir remaja,
• contoh konten radikal yang sering menyasar pelajar,
• strategi mengenali informasi menyesatkan,
• langkah pencegahan radikalisme melalui budaya membaca dan berpikir kritis.

Salah satu pemateri, Alya, menjelaskan bahwa peningkatan literasi memiliki peran besar sebagai benteng awal pencegahan paham radikal di kalangan pelajar.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami, menganalisis, dan menilai informasi. Dengan literasi yang baik, siswa dapat memilah mana informasi yang benar dan mana yang berpotensi memicu radikalisme. Kami ingin adik-adik lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif,” ujar Alya.

Pihak sekolah juga memberikan apresiasi terhadap penyuluhan ini. Salah satu guru SMAN 5 Pekanbaru menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sangat relevan dengan kondisi perkembangan remaja saat ini.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Pelajar sekarang banyak terpapar informasi dari internet, sehingga kemampuan literasi sangat penting untuk mencegah mereka terpengaruh paham radikal. Materi yang disampaikan mahasiswa UMRI sangat membantu membuka wawasan siswa,” ungkap Pak Darpin salah satu guru pendamping.

Salah seorang siswa turut menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti kegiatan.
“Kami jadi lebih paham bagaimana cara memilih informasi yang benar dan mengenali konten berbahaya. Penjelasan kakak-kakak juga mudah dimengerti, jadi kami lebih sadar pentingnya literasi untuk menjaga diri dari pengaruh buruk,” ujar Azka salah satu siswa SMAN 5 Pekanbaru.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Farmasi UMRI tidak hanya menyampaikan edukasi, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi, kreativitas penyampaian materi, serta meningkatkan kepedulian terhadap isu pendidikan dan keamanan di lingkungan sekolah.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan ajakan agar siswa terus mengembangkan kemampuan literasi sebagai langkah preventif menghadapi pengaruh radikalisme di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *