Yogyakarta, Haluanberantas.com – Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY), bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bantul, mengerahkan 11 personel dalam misi tanggap darurat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Tim tersebut tergabung dalam Pelayanan Kesehatan Dasar Darurat (PKDD) dan ditugaskan memberikan layanan kesehatan keliling, dukungan psikososial, serta promosi kesehatan bagi masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses medis, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Komposisi tim mencakup dokter, perawat, bidan, tenaga dukungan psikososial, serta koordinator lapangan. Lima personel PMI DIY diberangkatkan melalui jalur udara dari Yogyakarta menuju Medan sebelum melanjutkan perjalanan darat ke lokasi tugas. Sementara enam personel PMI Bantul melakukan perjalanan darat langsung dari Yogyakarta dengan menggunakan ambulans operasional.
“Tim ini akan memberikan pelayanan medis, dukungan psikososial, serta promosi kesehatan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia yang masih minim akses bantuan. Kami ingin memastikan mereka memperoleh layanan dasar yang layak,” ujar Ketua PMI DIY, GBPH H. Prabukusumo, S.Psi, saat melepas keberangkatan tim.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, tim membawa perlengkapan medis dan obat-obatan dari Yogyakarta. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan fisik, pemberian obat sesuai keluhan, edukasi kesehatan, serta pendampingan psikososial bagi warga terdampak.
Pos Kesehatan PMI akan dibuka di Markas PMI Kabupaten Aceh Tamiang dan diperkuat dengan layanan kesehatan keliling yang memungkinkan tim bergerak dari satu titik terdampak ke lokasi lainnya, terutama wilayah yang sulit dijangkau dan belum tersentuh layanan medis.
Misi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga minggu. Tim PMI Bantul mulai bergerak pada Jumat (12/12/2025) melalui jalur darat, sedangkan tim PMI DIY menyusul melalui jalur udara pada Minggu (14/12/2025). Setibanya di Medan, tim akan diperkuat oleh Apotek K24 yang menyediakan obat-obatan dan tenaga apoteker. Selain itu, PMI DIY akan berkoordinasi dengan PMI Kota Surakarta (Solo) serta Rumah Sakit PMI Bogor.
Dalam momentum tanggap darurat ini, PMI kembali menegaskan pentingnya solidaritas dan gotong royong publik. PMI DIY membuka dukungan donasi melalui rekening Bank Mandiri Cabang Sudirman nomor 137.000.744.959.4 atas nama Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DIY. Hingga 12 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, donasi yang terkumpul telah mencapai Rp 80.395.166,00.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang menyalurkan dukungan melalui PMI DIY, baik melalui donasi langsung maupun melalui kontribusi pelanggan Apotek K24. Kami juga berterima kasih kepada Lion Air atas diskon tiket dan fasilitas bagasi, serta kepada Pemerintah Daerah DIY yang selalu mendukung aktivitas kemanusiaan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Gusti Prabu.
PMI menegaskan bahwa upaya kemanusiaan memerlukan jejaring luas dan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, PMI mengajak insan pers baik media cetak maupun elektronik, untuk berperan aktif menyebarkan informasi dan memperkuat semangat solidaritas di tengah masyarakat.
Atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama ini, PMI DIY menyampaikan apresiasi dan terima kasih.
Informasi Kontak:
1. Arif Rianto Budi Nugroho, S.T., M.Si. – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY +62 812-2968-134
2. dr. Lipur Riyantiningtyas, Sp.F., PKK. – Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan PMI DIY +62 812-2692-044
3. Ahmad Zaki Ali, M.Hum – Kepala Markas PMI DIY +62 813-2747-7919
Pengurus Daerah PALANG MERAH INDONESIA Daerah Istimewa Yogyakarta, Ketua GBPH H. Prabukusumo, S.Psi.**







