LSM Gakorpan Angkat Bicara: PETI di Sitiung IV Kian Marak, Aparat Diminta Bertindak Tegas

DHAEMASRAYA | Haluanberantas.com – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sitiung IV, Kabupaten Dharmasraya, disebut semakin marak dan meresahkan masyarakat. Kali ini, sorotan tajam datang dari LSM Gakorpan (Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamatan Aset Negara) yang mendesak aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas.

‎Berbeda dari isu penggunaan alat berat, aktivitas PETI di wilayah ini diduga menggunakan mesin dompeng/mesin sedot yang beroperasi di sepanjang aliran sungai. Meski tanpa alat berat, dampak kerusakan lingkungan dinilai tetap signifikan.

‎Perwakilan LSM Gakorpan menegaskan bahwa praktik tambang ilegal tersebut sudah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan.

‎“Walaupun tidak menggunakan alat berat, penggunaan mesin dompeng tetap merusak ekosistem sungai. Air menjadi keruh, sedimentasi meningkat, dan lingkungan sekitar terdampak. Ini tidak bisa dianggap sepele,” tegasnya, Minggu (15/2).

‎Menurut Gakorpan, aktivitas yang berlangsung hampir setiap hari itu menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Mereka menilai penegakan hukum harus dilakukan tanpa tebang pilih.

‎“Jika hukum ingin dihormati, maka penindakan harus nyata. Jangan sampai muncul asumsi liar di masyarakat bahwa aktivitas ini kebal hukum,” tambahnya.

‎Sejumlah warga Sitiung IV juga menyampaikan keresahan mereka. Selain kualitas air yang memburuk, suara mesin yang beroperasi dari pagi hingga malam hari mengganggu kenyamanan warga.
‎“Air sungai sekarang tidak lagi jernih. Kami khawatir dampaknya ke kebun juga,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

‎LSM Gakorpan menyatakan siap mengawal persoalan ini hingga ada tindakan konkret dari aparat berwenang. Mereka berharap penertiban dilakukan secara menyeluruh agar aktivitas PETI di Sitiung IV tidak terus berulang dan merusak lingkungan Kabupaten Dharmasraya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan di lokasi tersebut.(Tegu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *