Bengkalis, Haluanberantas.com – Suasana Desa Senggoro dipenuhi cahaya kebahagiaan pada Malam 22 Ramadhan 1447 H/2026 M. Masjid Al-Mubarak menghadirkan momen penuh berkah dengan menyerahkan santunan kepada 46 anak yatim yang berasal dari delapan Rukun Tetangga (RT) setempat.
Kegiatan ini berlangsung seusai sholat Tarawih dan Witir, dihadiri pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta jamaah yang antusias menyaksikan keceriaan anak-anak. Saling senyum dan hangatnya interaksi menciptakan suasana yang sarat nilai spiritual dan sosial.
Ketua Masjid Al-Mubarak, Yung Syarif, bersama Bendahara Masjid Bukri, Sukarmin alias Lapok, secara langsung menyerahkan santunan tunai kepada anak-anak, didampingi imam masjid dan tokoh masyarakat.
Yung Syarif menekankan, santunan bagi anak yatim bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud kasih sayang, harapan, dan kebahagiaan.
“Anak-anak yatim adalah amanah Allah yang harus kita jaga dan cintai. Setiap rupiah yang kita salurkan, setiap senyuman yang kita hadirkan, insya Allah menjadi pahala yang terus mengalir. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi kuat, sholeh dan sholehah, yang berbakti pada agama dan bangsa,” ujar Yung Syarif.
“Sumber dana santunan bersumber dari sumbangan jamaah Masjid Al-Mubarak selama setahun, melalui shalat Jum’at dan berbagai kegiatan keagamaan. Yung Syarif berharap bantuan ini menanam rasa aman dan kebahagiaan bagi anak-anak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Imam Masjid, H. Muhammad Sidik, menambahkan bahwa perhatian terhadap anak yatim adalah tanggung jawab seluruh umat Islam. Ia mengingatkan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya membimbing dan merawat anak-anak yang kehilangan orang tua.
“Rasulullah bersabda, ‘Aku dan orang yang mengurus anak yatim akan berada di surga seperti ini,’ seraya menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya. Semoga anak-anak ini kelak menjadi pribadi sholeh dan sholehah, mampu menebar kebaikan, serta mengembangkan agama Islam,” kata H. Sidik.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus membiasakan infak, sedekah, dan kepedulian sosial. “Dengan menolong anak yatim, kita tidak hanya menunaikan kewajiban sosial, tetapi juga meneladani ajaran Nabi. Semoga kegiatan santunan ini menjadi sarana tawasul untuk mendatangkan keberkahan Allah SWT bagi Desa Senggoro dan seluruh warganya,” tutupnya.**(Mutia).







