KAMPAR | Haluaberantas.com – MAN 5 Kuntu kembali menunjukkan kiprahnya di dunia pendidikan dengan melahirkan inovasi ramah lingkungan melalui riset pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel. Terobosan yang dikembangkan para siswa ini menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mampu mencetak generasi yang kreatif, inovatif, dan peka terhadap persoalan lingkungan.
Riset tersebut dikembangkan secara mandiri oleh tim siswa melalui proses ilmiah di lingkungan sekolah. Limbah minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai sampah rumah tangga ternyata berhasil diolah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai manfaat lebih tinggi.
Keberhasilan ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd. Menurutnya, karya yang dihasilkan siswa MAN 5 Kuntu membuktikan bahwa madrasah memiliki potensi besar dalam melahirkan inovator muda.
“Karya siswa MAN 5 Kuntu membuktikan madrasah mampu melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan peduli lingkungan,” kata Muliardi kepada Haluanberantas pada, Sabtu, (23/5/26)
Ia menilai pendidikan saat ini harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dari sisi akademik maupun keagamaan, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap tantangan masa depan.
“Pendidikan tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga melahirkan solusi bagi tantangan masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, budaya riset di lingkungan pendidikan harus terus diperkuat agar peserta didik memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman serta memiliki daya saing yang lebih luas.
“Budaya riset di madrasah harus terus diperkuat agar peserta didik memiliki daya saing yang lebih luas,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa inovasi sederhana dapat lahir dari hal-hal yang sering dianggap tidak bernilai apabila dikelola melalui penelitian dan kreativitas.
“Limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat melalui inovasi,” jelasnya.
Keberhasilan penelitian ini tidak terlepas dari peran pembinaan pihak madrasah di bawah kepemimpinan Kepala MAN 5 Kuntu Hafni Tanjung serta bimbingan guru Muhammad Ulil Albab.
Tim riset yang terdiri dari siswa kelas X, yakni Sofia, Delvin, Aurel, dan Jasmin berhasil menunjukkan kemampuan inovasi melalui pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel yang ramah lingkungan.
Karya tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan penelitian yang bermanfaat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah secara produktif. (Adv)







