Bupati Bistamam Hadiri Parade Perahu Hias MTQ Riau, Rohil Tampilkan Semangat Syiar dan Budaya Melayu

Rohil77 views

KUANTAN SINGINGI, Haluanberantas.com – Semarak Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XLIV Tingkat Provinsi Riau tak hanya terasa di arena perlombaan, tetapi juga memukau melalui parade perahu hias di Tepian Narosa, Sabtu (27/6/2026). Bupati Rokan Hilir H. Bistamam hadir langsung mengikuti pelepasan perahu hias sebagai bentuk dukungan terhadap syiar Islam sekaligus pelestarian budaya Melayu.

Parade yang dimulai pukul 13.30 WIB itu diikuti seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Kontingen Kabupaten Rokan Hilir mendapat nomor urut 9 dan tampil bersama rombongan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dengan mengenakan busana adat Melayu.

Bupati H. Bistamam hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Rokan Hilir, Wakil Bupati beserta istri, Sekretaris Daerah beserta istri, Kepala Dinas PUPR Khoirul Fahmi ST beserta istri, Kepala Pelaksana BPBD H. Syafnurizal, Dandim 0321/Rokan Hilir Letkol Diki Apriyadi, serta para tokoh agama.

Kehadiran rombongan Rohil menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan MTQ XLIV Tingkat Provinsi Riau sekaligus mempererat hubungan antardaerah melalui kegiatan bernuansa budaya dan keagamaan.

Bupati H. Bistamam mengatakan, parade perahu hias bukan sekadar tontonan, tetapi memiliki makna penting sebagai media memperkenalkan identitas budaya Melayu yang sarat dengan nilai-nilai Islam.

“Pelepasan perahu hias menjadi simbol kebersamaan, persatuan, serta semangat dalam menyukseskan MTQ sebagai ajang syiar Islam dan pelestarian budaya daerah,” ujar Bupati.

Menurutnya, perpaduan antara syiar Al-Qur’an dan budaya Melayu merupakan kekuatan yang harus terus dijaga sebagai bagian dari jati diri masyarakat Riau.

Parade perahu hias mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ribuan warga memadati kawasan Tepian Narosa untuk menyaksikan iring-iringan perahu yang dihiasi ornamen Islami, kaligrafi, serta berbagai simbol budaya Melayu yang memanjakan mata.

Selain memeriahkan pelaksanaan MTQ, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi potensi wisata budaya dan kearifan lokal masing-masing daerah kepada masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *