Makam Datuk Laksamana Rusak, Pemkab Bengkalis Sebut Terkendala Status Lahan

Bengkalis, Haluanberantas.com Kondisi Makam Datuk Laksamana Bengkalis yang memprihatinkan akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Pemkab mengakui kerusakan pada bangunan dan akses menuju situs sejarah tersebut, namun menegaskan belum dapat mengalokasikan anggaran perbaikan karena status lahan masih menjadi milik ahli waris.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, kepada media ini, Rabu (1/7/2026), menjelaskan bahwa pemerintah daerah memahami kondisi sejumlah situs sejarah, termasuk kompleks Makam Datuk Laksamana I, II, III, dan IV yang kini membutuhkan perhatian.

“Namun tutur ardian untuk memperbaiki seperti bangunan dan jalan – jalan maupun akses lainnya terganjal pada hibah dari pihak keluarga atau ahli waris, karena Citus Sejarah tersebut baik itu lahan dan makamnya masih dibawah ahli waris yang punya belum ada hibah kepemerintah daerah.”

Menurut Ardiansyah, Pemkab Bengkalis telah melakukan perundingan dengan keluarga maupun ahli waris agar lahan situs sejarah tersebut dapat dihibahkan kepada pemerintah daerah. Dengan demikian, anggaran melalui APBD dapat digunakan secara sah untuk pemeliharaan maupun pembangunan fasilitas yang rusak.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan BPK RI terkait mekanisme penganggaran. Namun, selama aset tersebut belum menjadi milik pemerintah, pengalokasian anggaran tidak dapat dilakukan.

“Saat ini pemerintah kabupaten Bengkalis sudah juga melakukan koordinasi dengan BPK RI terkait bagaimana untuk menganggarkan hal tersebut, namun selagi belum dihibahkan citus sejarah tersebut termasuk lahannya sulit kita anggarkan dan tidak boleh.”

Meski demikian, Ardiansyah menyebut pemerintah tetap berupaya melakukan langkah yang memungkinkan, seperti membersihkan semak-semak di sekitar kawasan situs sejarah.

Sementara itu, terkait bangunan yang roboh di situs sejarah Makam Syekh Abdullah atau Datuk Gigi Putih yang berada di luar kepemilikan ahli waris, pihaknya akan berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik.

“Namun yang bisa kita lakukan setakat ini baru bisa membersihkan semak-semak disekitar citus sejarah tersebut, terkait bangunan yang sudah roboh dibcirus sejarah makam syech abdullah ( Datuk Gigi putih ) yang diluar ahli waris yang punya pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran nantinya, bagaimana solusi dan jalan keluar terkait hal tersebut,” tutur Ardiansyah.

Ardiansyah berharap proses pembahasan bersama keluarga dapat menghasilkan kesepakatan sehingga lahan situs sejarah tersebut dapat dihibahkan kepada pemerintah daerah.

Dia juga menegaskan bahwa Pemkab Bengkalis tidak hanya memberi perhatian pada Makam Datuk Laksamana, tetapi juga terus melakukan pelestarian berbagai situs sejarah dan budaya di sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis.

“Selanjutnya Ardiansyah mengatakan bahwa selain citus sejarah makam Datuk Laksamana, pemerintah kabupaten Bengkalis saat ini telah banyak juga merawat dan terus menggali citus sejarah yang ada diberbagai tempat dikabupaten Bengkalis ini, pihaknya terus membenahi dan merawat juga menggali dan melestarikan citus sejarah dan citus budaya yang ada, mohon dukungan teman-teman,” tutur Ardiansyah berkomitmen.**

Laporan: Zulfahmi, S.Pd.I

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *