Mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan Bunga dari Kawat Bulu di Desa Muntai

Bengkalis186 views

Bengkalis, Haluanberantas.com – Kawat bulu yang selama ini dikenal sebagai bahan kerajinan sederhana disulap menjadi rangkaian bunga oleh warga Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Proses kreatif itu berlangsung dalam pelatihan yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis di Showroom Desa Muntai, Minggu (2/8/2026).

Pelatihan berlangsung pukul 13.30 hingga 15.00 WIB dengan melibatkan masyarakat setempat, terutama ibu-ibu dan remaja. Mahasiswa KKM memilih kerajinan tersebut karena proses pembuatannya dapat dipelajari melalui praktik langsung dengan menggunakan bahan yang relatif sederhana.

Peserta mengikuti tahapan pembuatan secara bertahap. Mahasiswa memperagakan cara membentuk kawat bulu menjadi kelopak, merangkai bagian-bagian bunga, kemudian menyusunnya hingga menjadi buket.

Ketua KKM ISNJ Bengkalis, Dini Atifa Aisyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan program yang memberikan manfaat praktis bagi masyarakat selama pelaksanaan KKM.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pelatihan sesaat, tetapi bisa menumbuhkan kreativitas dan keterampilan masyarakat untuk menghasilkan kerajinan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi,” kata Dini.

Menurut Dini, kemudahan dalam mengolah kawat bulu memberi ruang bagi peserta untuk melanjutkan kegiatan tersebut secara mandiri. Model bunga maupun bentuk buket juga dapat disesuaikan dengan ide masing-masing sehingga hasilnya tidak terpaku pada satu bentuk.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi langsung mempraktikkan setiap tahapan dengan pendampingan mahasiswa. Cara tersebut membuat proses belajar berjalan lebih aktif sekaligus memberi kesempatan kepada peserta mengeksplorasi bentuk kerajinan.

Bagi mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis, kegiatan itu menjadi salah satu bentuk kontribusi kepada masyarakat Desa Muntai melalui program yang dapat diterapkan secara sederhana. Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat terus digunakan setelah rangkaian KKM selesai, termasuk jika ingin dikembangkan menjadi kerajinan rumahan.

Pelatihan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan pemberdayaan tidak selalu membutuhkan bahan yang kompleks. Melalui pendampingan dan praktik, material sederhana dapat diolah menjadi karya yang menarik serta membuka kemungkinan pemanfaatan lebih lanjut oleh masyarakat.**

Penulis; Mutia Sepianti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *