Jakarta, Haluanberantas.com – Ada pemandangan yang tak biasa dalam perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Sebanyak 47 mitra driver Gojek yang sehari-hari menghabiskan waktu di jalan justru berdiri tegap sebagai pasukan pengibar bendera Merah Putih dalam upacara kemerdekaan di Cibis Park, Cilandak, Jakarta, Senin (17/8).
Mereka merupakan angkatan pertama Gojek Paskibra. Sebelum menjalankan tugas tersebut, para mitra mendapat pembinaan langsung dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) melalui rangkaian latihan yang mencakup baris-berbaris, pembentukan karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.
Pembekalan tidak berhenti pada latihan fisik. Para peserta juga mengikuti ziarah ke makam pahlawan sebagai bagian dari proses mengenal kembali nilai perjuangan dan makna kemerdekaan.
Seluruh persiapan itu kemudian diuji saat upacara berlangsung. Dengan langkah yang serempak dan komando yang lantang, 47 anggota Gojek Paskibra berhasil menjalankan tugas pengibaran Merah Putih di hadapan ratusan mitra driver serta manajemen Gojek.
Bagi Hockop Silitonga, perwakilan Gojek Paskibra asal Medan, momen tersebut menghadirkan pengalaman yang berbeda dari kesehariannya sebagai pengemudi.
“Biasanya saya berdiri di pinggir jalan menunggu order. Hari ini saya berdiri di lapangan dan membawa bendera Merah Putih,” ungkap Hockop Silitonga, perwakilan Gojek Paskibra asal Medan ketika ditemui di lapangan Cibis Park, Cilandak, Jakarta, Senin (17/8).
CEO GoTo Hans Patuwo yang hadir dalam upacara itu mengapresiasi keberhasilan para mitra driver menjalankan peran sebagai Paskibra. Ia melihat penampilan tersebut sebagai gambaran tentang pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Saya sangat bangga, pertama kali Gojek atau GoTo punya teamn Paskibra. Kita semuanya satu keluarga, dan kita berjalan bersama. Perjalanan mungkin nggak selalu mulus. Mungkin juga ada tahap-tahapnya yang sulit. Tapi kalau kita selalu bersama, pasti ada jalan,” ungkap Hans dalam kesempatan yang sama kepada awak media.
Kesan serupa muncul dari kalangan mitra yang menyaksikan langsung upacara tersebut. Heru, salah satu mitra Gojek asal Jakarta Selatan, mengaku tersentuh melihat rekan sesama pengemudi mengambil peran yang selama ini identik dengan pasukan khusus pengibar bendera.
“Saya jujur ya, saya agak merinding juga sih karena dari kita cuma driver bisa mengadakan upacara dengan sekarang ada paskibra yang dibentuk dari driver sendiri. Merinding banget, pokoknya seru deh, pokoknya seru banget,” kata Heru.
Selepas upacara, perayaan kemerdekaan berlanjut dalam suasana yang lebih santai. Ratusan mitra driver Gojek bersama manajemen GoTo melakukan konvoi menuju Rumah Mitra di Kemang Timur.
Sekitar 300 mitra kemudian mengikuti berbagai perlombaan khas 17 Agustus, seperti makan kerupuk, estafet sarung, dan karaoke. Kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi para pengemudi.
Keluarga mitra turut mengambil bagian. Anak-anak mengikuti lomba mewarnai dan makan kerupuk, sedangkan para istri mitra Gojek berpartisipasi dalam lomba menghias roti tawar.
Perayaan itu pun berakhir bukan sekadar sebagai seremoni kemerdekaan. Dari barisan Paskibra hingga perlombaan keluarga, para mitra Gojek membawa semangat 17 Agustus ke dalam ruang kebersamaan yang lebih dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.**






