PEKANBARU, Haluanberantas.com – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meraih penghargaan dalam ajang detikSumatera Award 2026 atas kiprahnya dalam mempercepat investasi dan mendorong pembangunan berwawasan lingkungan di Kota Pekanbaru.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Agung Nugroho pada malam penganugerahan yang berlangsung di Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Dalam penilaian panitia, Agung dianggap berhasil menjalankan dua agenda strategis pembangunan daerah secara beriringan, yakni peningkatan investasi dan penguatan pembangunan berbasis ekologi. Kedua sektor tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kota Pekanbaru.
Di bidang investasi, Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya membangun iklim usaha yang kondusif melalui berbagai program transformasi perkotaan, peningkatan realisasi investasi, serta pembenahan sistem pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Sementara pada sektor lingkungan, Pemko Pekanbaru mengembangkan berbagai kebijakan yang mendukung konsep kota hijau atau green city. Salah satunya melalui pengelolaan sampah menjadi sumber energi serta penguatan berbagai program yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Berbagai langkah tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), pemangku kepentingan, serta unsur masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan dan penataan Kota Pekanbaru.
Sejak dilantik bersama Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar pada 20 Februari 2024, Agung Nugroho juga aktif mendorong reformasi birokrasi melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, keterbukaan informasi, serta kemudahan investasi.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah hadirnya aplikasi SIP AMAN (Sistem Informasi Perizinan Akuntabel, Mudah, Amanah dan Nyaman). Aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah pelayanan perizinan dan nonperizinan secara digital sehingga lebih cepat, transparan, dan efisien.
Saat peluncuran aplikasi tersebut, Agung menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan publik merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global.
Menurutnya, pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat maupun investor.
“Kehadiran aplikasi SIP AMAN ini sebagai salah satu terobosan era kompetisi digital saat ini. Kami ingin melayani masyarakat dan investor dengan cepat, tepat dan juga transparan,” ujar Agung.
Ia menilai kemudahan dan kepastian dalam proses perizinan menjadi faktor utama dalam menarik minat investor untuk menanamkan modal di suatu daerah. Sebaliknya, proses yang berbelit-belit dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi daya saing daerah.
“Investor tidak akan masuk, ekonomi juga tidak akan berputar kencang jika pintunya dalam hal ini perizinan berbelit-belit. Oleh karena itu butuh transformasi pelayanan publik dan ini harga mati,” tegasnya.
Agung juga menegaskan bahwa SIP AMAN bukan sekadar digitalisasi administrasi, melainkan bagian dari transformasi birokrasi yang bertujuan menciptakan pelayanan ramah investasi tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.
“Ini bukan hanya sistem pemindahan data dan berkas dari meja atau lemari ke pola digital di komputer saja. Tetapi sebagai wujud birokrasi menyeluruh yang ramah terhadap investasi. Istilahnya ini adalah karpet merah bagi siapa saja yang ingin membangun kota ini. Tentu sesuai aturan,” paparnya.
Selain mendukung kemudahan investasi, aplikasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memperbaiki pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan mempercepat proses administrasi yang berkaitan dengan pembangunan.
Penghargaan detikSumatera Award 2026 yang diterima Agung Nugroho menjadi pengakuan atas berbagai upaya transformasi yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di Kota Bertuah.






