Api Mengancam Lahan Gambut, Hj. Kasmarni Turun Padamkan Karhutla di Sungai Meranti

Bengkalis135 views

Pinggir, Haluanberantas.com – Api yang membakar lahan gambut di Desa Sungai Meranti, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, mendapat perhatian langsung Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni. Senin (7/9/2026), Kasmarni tidak hanya datang untuk melihat kondisi lapangan, tetapi ikut memadamkan api di tengah cuaca panas dan hembusan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan berlangsung efektif sekaligus melihat secara langsung situasi yang dihadapi personel pemadam. Kasmarni juga memastikan upaya pengendalian tetap berjalan meski lahan yang terbakar diketahui merupakan milik pribadi dan berada di luar wilayah administratif Kabupaten Bengkalis.

Laporan PUSDALOPS-PB BPBD Kabupaten Bengkalis per 6 September 2026 menyebut kebakaran mulai terjadi pada Sabtu (5/9/2026). Luasan lahan terdampak diperkirakan sekitar 20 hektare, terdiri atas semak belukar dan perkebunan sawit yang berada pada kawasan tanah gambut.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bersama unsur terkait mengambil langkah pencegahan agar api tidak merambat ke kawasan lain. Status Kabupaten Bengkalis yang masih berada dalam kondisi siaga membuat kesiapan personel dan dukungan penanganan terus menjadi perhatian.

“Untuk penanganan Karhutla ini, anggaran menjadi salah satu prioritas kita. Saat ini status kita masih siaga, sehingga seluruh langkah antisipasi dan penanganan harus terus dilakukan secara maksimal,” tegas Kasmarni.

Menurut Kasmarni, cuaca panas dan angin kencang menjadi faktor yang harus diwaspadai. Karakter lahan gambut serta vegetasi yang mudah terbakar dapat membuat api berkembang cepat apabila pengawasan dihentikan terlalu dini.

“Petugas harus selalu siap di lapangan, baik untuk melakukan pemantauan, pemadaman maupun pendinginan apabila ditemukan titik api. Kita tidak boleh lengah,” ujarnya.

Laporan BPBD mencatat titik api di Sungai Meranti telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, asap masih terpantau karena pengaruh angin kencang dan suhu panas. Satgas gabungan darat pun tetap melakukan pemantauan, pemadaman serta pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Penanganan melibatkan BPBD Pos Pinggir, TNI, Polri, PT Murini dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Koordinasi antarpihak diperlukan untuk menjaga area terdampak tetap terkendali dan mencegah munculnya titik api baru.

Kasmarni meminta petugas tidak memutus pemantauan setelah api padam. Ia juga mengajak masyarakat segera melaporkan setiap tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sejak awal.

“Saya meminta seluruh petugas terus berkoordinasi. Masyarakat juga harus ikut membantu dengan segera memberikan informasi apabila menemukan titik api atau asap yang mencurigakan,” katanya.

Pesan pencegahan juga diarahkan kepada warga yang beraktivitas di sekitar kawasan rawan. Kasmarni mengingatkan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar memiliki risiko besar, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering.

“Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Api di lahan gambut sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Jika melihat adanya titik api atau asap yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat desa, BPBD maupun petugas terkait,” imbaunya.

Ia menilai pengendalian Karhutla tidak akan efektif jika hanya mengandalkan pemerintah dan personel di lapangan. Kesadaran warga menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran sejak sumber masalahnya.

“Penanganan Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah dan petugas siap di lapangan, tetapi pencegahan akan jauh lebih baik jika dilakukan bersama-sama oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.

Kasmarni dalam peninjauan itu didampingi Dandim 0303 Bengkalis Letkol Inf Harris Nur Priatno, Wakapolres Bengkalis Kompol Ridho Perasetia, Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis Salman Alfarisi, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, serta Kepala Desa Sungai Meranti Basma Adam Lubis.

Tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat pemadam api, serta personel TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Bengkalis turut hadir dalam penanganan tersebut.

Secara keseluruhan, rekapitulasi BPBD per 6 September 2026 mencatat Kecamatan Pinggir memiliki 45 hotspot dan sembilan kejadian Karhutla dengan luas terdampak sekitar 53,7 hektare. Selain Sungai Meranti, wilayah yang masuk dalam catatan antara lain Buluh Apo dan Pangkalan Libut.

Pemkab Bengkalis memastikan kesiapsiagaan tetap diperkuat selama status siaga berlangsung. Personel akan terus disiagakan, sementara pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin.

Bagi Kasmarni, mencegah api sebelum membesar merupakan langkah paling penting. Sebab, ketika kebakaran meluas, ancamannya tidak lagi sebatas kerusakan lahan, tetapi dapat menyentuh lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Lebih baik kita mencegah sebelum api membesar. Karena ketika api sudah meluas, bukan hanya lahan yang terbakar, tetapi lingkungan dan keselamatan masyarakat juga menjadi taruhan,” pungkas Kasmarni.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *