PEKANBARU |Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggenjot penanganan banjir yang masih kerap melanda sejumlah kawasan. Penanggulangan banjir ditetapkan sebagai prioritas utama Pemko pada tahun ini dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor.
Selain melakukan normalisasi sungai dan saluran drainase, Pemko Pekanbaru menggandeng Universitas Riau (Unri) dalam pemanfaatan 10 danau di kawasan kampus sebagai embung penampung air limpahan. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi debit air yang selama ini memicu genangan di sejumlah titik rawan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa penyelesaian persoalan banjir membutuhkan upaya serius dan kerja sama banyak pihak, tidak hanya pemerintah daerah.
“Masalah banjir ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Perlu komunikasi dan kolaborasi, baik dengan pemerintah pusat, provinsi, akademisi, hingga masyarakat,” kata Agung Nugroho, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, 10 danau yang berada di kawasan Unri akan dimanfaatkan untuk menampung limpahan air dari wilayah Simpang Tobek Gudang dan Bangau Sakti yang selama ini menjadi titik kritis banjir.
“Unri sudah memberikan dukungan dengan 10 danau yang bisa kita gunakan untuk menyalurkan air tumpahan dari wilayah tersebut,” ujarnya.
Selain melibatkan perguruan tinggi, Pemko Pekanbaru juga menggandeng pihak swasta. Saat ini, Pemko tengah berkomunikasi dengan manajemen Rumah Sakit Awal Bross Sudirman untuk membangun sumur resapan berkapasitas besar.
“Kita minta dibuatkan sumur resapan yang cukup besar agar aliran air dari belakang RS Awal Bross menuju Jalan Sudirman bisa lebih dulu mengendap dan tidak langsung meluap ke jalan,” jelas Agung.
Di sisi lain, Pemko Pekanbaru mempercepat normalisasi sejumlah sungai dan parit. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau telah dilakukan guna mempercepat pengerjaan, termasuk normalisasi Parit Belanda di Kecamatan Rumbai yang selama ini kerap terdampak banjir.
Pemko bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turun langsung melakukan pengecekan serta pembersihan anak-anak sungai sebagai langkah pencegahan dini menghadapi musim hujan.







